- Diposting oleh : Unknown
- pada tanggal : 12:22:00 PM
Bentuk
soal Ujian Nasional 2015 masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.
Standarnya juga masih sama, tetapi tidak menentukan kelulusan.
“Semua
(soalnya) masih pilihan ganda baik yang menggunakan kertas maupun yang
menggunakan komputer,” kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan
Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kapuspendik Balitbang Kemendikbud) Nizam saat memberikan keterangan
pers di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (29/1/2015).
Nizam
menyampaikan hal tersebut menanggapi keresahan publik atas pemberitaan
di media yang menyebutkan bentuk soal UN 2015 tidak lagi menggunakan
pilihan ganda. “Supaya semua kondusif, saya ingin sampaikan UN di 2015
bentuk-bentuk soalnya masih sama dengan tahun 2014, 2013, dan 2012,”
katanya.
Pihaknya
juga meralat jadwal UN untuk jenjang SMP sederajat dari yang diumumkan
sebelumnya yaitu 4-6 Mei 2015 menjadi 4-7 Mei 2015, sedangkan untuk
jenjang SMA sederajat tetap 13-15 April “Dikarenakan untuk SMP ada empat
mata pelajaran. Seluruh persiapan Insya Allah sesuai jadwal,” katanya.
- Tahun ini dirintis UN berbasis komputer diusulkan di 862 sekolah utk diverifikasi daerah. Model soal & waktu sama dgn model kertas
- hasil UN SMA digunakan utk seleksi masuk PTN di Malaysia bobot 90% digunakan jg di Hongkong.
- Klarifikasi berita di media : Bentuk soal Ujian Nasional 2015 pilihan ganda. Sama seperti tahun-tahun lalu.
HASIL UN
Hasil ujian nasional tahun 2015 akan
digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk tiga pemanfaatan.
Pemetaan mutu program dan satuan pendidikan, dasar seleksi masuk ke
jenjang pendidikan berikutnya, dan pembinaan kepada satuan pendidikan
dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Ketiga hal tersebut
mengemuka pada rapat kerja (raker) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Anies Baswedan dengan Komisi X DPR RI, di Gedung Nusantara I
DPR RI, Selasa (27/01/2015).
Dalam paparannya Mendikbud
menyampaikan, untuk pemetaan, hasil UN tidak hanya dimanfaatkan oleh
pemerintah saja. Siswa, orang tua, dan guru juga bisa memanfaatkan hasil
UN yang tertera dalam surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN)
untuk pemetaan dan pembinaan.
Mendikbud mengatakan dalam laporan
hasil UN yang akan diterima siswa ada beberapa komponen yang bisa
dibaca. Jika selama ini yang tertera di hasil UN siswa hanya angka dan
mata pelajaran, maka di SKHUN tahun ini siswa tidak hanya dapat melihat
nilainya tapi juga rerata sekolah, rerata nasional, dan deskripsi nilai.
“Anak
bukan hanya mendapatkan angka, tapi juga komponenya,” ujarnya. Komponen
yang dimaksud Mendikbud adalah penjabaran setiap mata pelajaran yang
diujikan dalam UN. Ia mencontohkan, pada pelajaran matematika misalnya,
komponen yang dinilai adalah trigonometri, aritmatika, dan geometri.
Siswa dapat melihat dimana kekuatan dan kelemahannya dalam mata
pelajaran ini.
Setelah data terkumpul, tidak hanya siswa yang
mengetahui kompetensinya, tapi juga guru, sekolah, dan orang tua. Dan
untuk perbaikan, hasil tersebut bisa digunakan oleh musyawarah guru mata
pelajaran (MGMP) untuk dijadikan acuan dalam menyusun materi
pembelajaran.
Mendikbud menjelaskan dengan mengetahui kekuatan dan
kelemahan siswa pada mata pelajaran yang diujikan, maka juga dapat
dimanfaatkan oleh satuan pendidikan tempat siswa melanjutkan
pendidikannya. Sekolah baru siswa tersebut bisa menjadikan hasil UN ini
sebagai pegangan untuk pembinaan kepada siswa ini.
Dengan
pergeseran pemanfaatan hasil ujian nasional ini, Mendikbud berharap agar
ujian nasional tidak lagi jadi ujian berisiko tinggi. Ia menekankan, UN
harus memiliki orientasi positif dan menjadi insentif. “Itu yang kita
dorong,” katanya.